
![]()
KUNINGAN (23/12) — Pondok Pesantren Al-Ghoffaar menerima bantuan pembangunan masjid dari donatur asal Oman, Syaikh Khalid Mohammad Al Arimi, yang disalurkan di Indonesia melalui Yayasan Human Initiative (HI). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan masjid satu lantai.
Sebagai tanda dimulainya pembangunan, dilaksanakan peletakan batu pertama pada Selasa (23/12) di lingkungan Pondok Tahfidz Pesantren Al-Ghoffaar, Cikaso. Kegiatan ini menandai dimulainya ikhtiar bersama dalam menghadirkan sarana ibadah bagi santri.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Ghoffaar Cikaso, Hj. Mamah Rohimah, bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghoffaar KH. Dudu Abdussomad HM, Wakil Pengasuh Ust. Hamdan Alfariq dan Ust. Amiruddin Maulani, serta santri hafidz 30 juz, Jundi.
Perwakilan Yayasan Human Initiative, Lukman Habib, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah donatur yang disalurkan kepada lembaga pendidikan yang dinilai memiliki peran strategis dalam dakwah.
“Human Initiative menyalurkan amanah ini sebagai bentuk kepercayaan donatur kepada lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah. Kami berharap masjid ini menjadi sarana ibadah yang terjaga fungsinya serta memberi kontribusi nyata bagi pembinaan santri di Al-Ghoffaar,” ujar Lukman Habib.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Ghoffaar Cikaso, Hj. Mamah Rohimah, menegaskan bahwa bantuan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi pihak yayasan sebagai pengelola pesantren.
“Bantuan ini menjadi amanah besar bagi kami sebagai pengelola pesantren. Yayasan berkomitmen menjaga dan mengelola masjid ini agar benar-benar mendukung proses pendidikan, pembinaan adab, dan kehidupan ibadah santri,” ungkapnya.
Bantuan yang diterima mencakup pembangunan masjid satu lantai. Pihak pondok juga merencanakan penguatan pondasi sebagai langkah kesiapan pengembangan bangunan sesuai kebutuhan di masa mendatang.
Penguatan pondasi tersebut tidak termasuk dalam cakupan bantuan donatur, sehingga pembiayaannya menjadi tanggung jawab dan diupayakan oleh pondok. Seiring dengan pembangunan masjid, Al-Ghoffaar juga tengah merencanakan pembangunan aula sederhana untuk menunjang kegiatan santri dan berbagai pertemuan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ghoffaar, KH. Dudu Abdussomad HM, menekankan bahwa pembangunan masjid harus dipahami sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab kolektif umat.
“Masjid di pesantren bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pusat pembentukan iman, adab, dan kesadaran beragama santri. Apa pun bentuk ikhtiar yang dilakukan dalam pembangunannya harus dilandasi niat ibadah, keikhlasan, dan semangat kebersamaan. Ketika umat terlibat dalam membangun masjid, sejatinya mereka sedang menanam amal yang manfaatnya melampaui berbagai generasi.” (red)
Konten sedang dimuat, mohon tunggu...

